Leksikon hewan sepak bola Brasil: Zebra, sapi, jaguar, lebih banyak

Leksikon hewan sepak bola Brasil: Zebra, sapi, jaguar, lebih banyak

Seorang pria berjalan keledainya yang dicat seperti zebra di jalan-jalan Cuiaba. Adam Davy – EMPICS

Akankah ada zebra di lapangan Sabtu ini ketika Flamengo bertemu Athletico Paranaense di final Copa Libertadores yang serba Brazil?

Flamengo tentu berharap tidak. Mereka adalah favorit kuat dan jika ada “zebra”, itu berarti akan terjadi gangguan.

– Streaming di ESPN+: LaLiga, Bundesliga, MLS, lainnya (AS)

Ungkapan tersebut berasal dari jogo do bicho (Permainan Hewan), lotere semi-rahasia Brasil di mana alih-alih angka, hewan digunakan. Zebra tidak ditampilkan dalam game. Jadi, bertahun-tahun yang lalu ketika ada hasil kejutan besar, satu percikan terang mengatakan itu tidak mungkin seperti zebra yang muncul di jogo do bicho, dan ekspresinya macet.

Jika Flamengo berharap untuk menghindari zebra, kedua penjaga gawang akan berharap tidak ada ayam. Frango (ayam) adalah kata yang digunakan untuk kesalahan penjaga gawang yang mencolok — jelas ditemukan oleh seseorang dengan ingatan buruk saat mencoba menangkap seekor ayam yang berlari melewati kakinya.

Pertandingan hari Sabtu akan menjadi ujian bagi para penjaga gawang, dan bagi semua orang. Kita, tidak diragukan lagi, pada saat jaguar minum air (a hora da onca beber agua). Ungkapan kuno ini digunakan untuk menggambarkan momen vital. Ketika jaguar haus, saatnya tiba untuk mencari tahu siapa lagi yang berani pergi ke air. Tapi mungkin jaguar bisa dihindari dengan menggiring bola sapi (drible da vaca) — memainkan bola di satu sisi dan mengumpulkannya dengan berlari di sisi lain.

2 Terkait

Permainan Brasil penuh dengan referensi ke dunia hewan, termasuk favorit tertentu: sudut di mana burung hantu tidur (o canto onde dorme a coruja), digunakan terutama ketika tendangan bebas masuk ke sudut atas gawang dan tembakannya begitu sempurna sehingga tidur burung hantu mengalami gangguan yang jarang terjadi.

Begitu banyak dari ekspresi ini berutang keberadaan mereka ke masa lalu pedesaan. Seperti misalnya, daerah pinalti yang disebut sebagai zona do agriao (zona selada air). Idenya adalah di sinilah setiap orang perlu melangkah dengan hati-hati dalam kondisi basah seperti itu.

Akar bahasa Inggris dari permainan ini adalah kursus linguistik lainnya. Lagi pula, olahraga di Brasil disebut futebol. Timer lama akan menyebut permainan sebagai esporte bretao (olahraga Inggris), dan juga berbicara tentang beque (pembela, dari “belakang”). Istilah-istilah ini sedang sekarat, tetapi ada satu yang berasal dari bahasa Inggris yang tetap penting untuk permainan Brasil — craque.

Craque berasal dari “crack” – seperti dalam “crack pasukan,” yang terbaik di militer, meskipun beberapa berpendapat kata itu pertama kali dipinjam dalam bahasa Portugis Brasil untuk menggambarkan kuda pacuan yang sangat baik. Apapun, sepanjang usia craque adalah tokoh kunci dalam sepak bola Brasil, bakat individu yang mampu memberi keseimbangan pada dirinya sendiri.

Craque membuat penandanya terlihat seperti perna de pau (kaki kayu — cara yang tidak sensitif untuk merujuk pada pemain yang buruk) dan memperlihatkan dia sebagai pemain dengan cintura dura (pinggang yang tidak fleksibel). Ada beberapa vonis lebih memberatkan pada pemain daripada menyebutnya cintura dura. Memiliki kelenturan pinggang sangat berharga — di lantai dansa, di lapangan sepak bola, dan dalam kehidupan secara lebih umum. Jogo de cintura (mampu bermain dengan pinggang, memiliki kemampuan beradaptasi untuk menghadapi situasi yang berbeda) dipandang sebagai kunci keterampilan bertahan hidup.

Ada contoh yang sangat baik dari jogo de cintura di komentator sepak bola Brasil. Radio sangat penting bagi budaya permainan lokal. Radio melakukan banyak hal untuk menyebarkan popularitas sepak bola, dan ada tradisi trik komentar yang kaya, yang sejak itu juga bermigrasi ke televisi.

Yang paling terkenal, tentu saja, adalah teriakan “GOOOOOOOOOOOL” yang tak henti-hentinya saat bola mengenai bagian belakang jaring. Ini bukan hanya sebuah perayaan. Itu juga ditanggung karena kebutuhan.

Di banyak stadion Brasil, kabin media berada jauh dari lapangan. Mengidentifikasi pencetak gol adalah bagian terpenting dari misi komentator, dan, terutama pada hari-hari sebelum monitor TV, itu tidak selalu mudah. Teriakan yang berkepanjangan, kemudian, tidak hanya menyampaikan gerakan saat itu — itu juga memberi tim komentar beberapa ruang untuk bernafas untuk mendapatkan detail penting ini dengan benar. Seperti banyak hal di sepak bola Brasil, perayaan gol menyalakan satu lilin untuk gairah dan satu lagi untuk pragmatisme.

Author: Edward Smith