Boca Juniors, Gimnasia game ditinggalkan saat gas air mata mengenai lapangan meninggalkan satu orang tewas

Boca Juniors, Gimnasia game ditinggalkan saat gas air mata mengenai lapangan meninggalkan satu orang tewas

Pemain dan pelatih menutupi wajah mereka sebagai filter gas air mata ke lapangan selama pertandingan antara Boca Juniors dan Gimnasia. Gambar Getty

Setidaknya satu orang tewas setelah bentrokan antara penggemar dan polisi memaksa pertandingan liga Argentina antara Gimnasia La Plata dan Boca Juniors dibatalkan pada hari Kamis.

Pertandingan dihentikan setelah sembilan menit di tengah insiden serius di luar stadion yang membuat polisi menembakkan gas air mata.

Menurut pihak berwenang, penggemar tim lokal Gimnasia berusaha memaksa masuk ke stadion yang sudah penuh sesak. Polisi menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk memaksa para penggemar mundur.

“Sayangnya ada orang yang meninggal. Dia meninggal karena masalah jantung,” kata Sergio Berni, menteri keamanan provinsi Buenos Aires. Gas air mata memasuki lapangan dengan gambar-gambar yang menunjukkan para pemain dan penggemar menutupi wajah mereka, sementara para pendukung berjalan ke lapangan mencari jalan keluar dengan cepat.

Asosiasi Sepak Bola Argentina memposting pernyataan di akun Twitter-nya yang mengutuk insiden dan kekerasan tersebut: “AFA sangat menolak peristiwa yang terjadi hari ini di sekitar stadion Gimnasia dan menyatakan komitmennya untuk terus berupaya memberantas insiden semacam ini yang menodai semangat sepak bola.”

Pemain Gimnasia Leonardo Morales berkata: “Putra saya yang berusia 2 tahun tidak bisa bernapas. Kami merasa putus asa dan khawatir tentang semua orang di tribun. Ini gila. Kami memainkan permainan sepak bola normal dan itu mengubahnya menjadi ini dan perasaan bahwa kerabat kami hampir mati. ”

Insiden di Argentina terjadi setelah tragedi pertandingan sepak bola di Indonesia pada hari Sabtu yang menewaskan sedikitnya 125 orang setelah polisi menembakkan gas air mata ke dalam stadion, menyebabkan adegan kacau di mana para penggemar diinjak-injak dan dicekik.

Perhatian di Indonesia segera terfokus pada penggunaan gas air mata oleh polisi, dan para saksi menggambarkan polisi memukuli mereka dengan tongkat dan tameng sebelum menembakkan tabung langsung ke kerumunan.

Pada hari Senin, seorang kepala polisi Indonesia dan sembilan perwira elit dicopot dari pos mereka, sementara 18 lainnya sedang diselidiki ketika pemerintah mencoba untuk menentukan apa yang menyebabkan penggunaan kekuatan dan gas air mata.

Tautan sumber

Author: Edward Smith